Studi kasus

Alesha WeddingDari portfolio visual menjadi pengalaman client digital.

Bagaimana satu situs disusun untuk menuntun pengunjung dari menemukan brand sampai siap bertanya — tanpa satu pun data yang dikarang.

01

Tantangannya


Alesha punya karya visual yang kuat dan kategori jasa yang sangat emosional. Yang belum tersusun adalah perjalanannya: pengunjung bisa melihat hasil kerja, tetapi belum dituntun memahami layanan mana yang cocok untuknya dan bagaimana memulai percakapan.

Ini dirumuskan sebagai tantangan desain, bukan sebagai klaim tentang performa bisnis Alesha sebelumnya. Tidak ada data historis yang kami miliki, jadi tidak ada yang kami simpulkan.

Potret riasan dengan kerudung merah marun dan kebaya bersulam, diambil di ruang rias.
02

Strateginya

  1. 01

    Brand

    Identitas dan nada editorialnya dipertahankan, tidak diganti.

  2. 02

    Cerita

    Enam bab yang membawa pengunjung melewati satu sesi utuh.

  3. 03

    Portfolio

    Arsip foto asli yang bisa disaring per jenis pekerjaan.

  4. 04

    Trust

    Prinsip kerja yang jelas, tanpa angka atau penghargaan karangan.

  5. 05

    Service discovery

    Dua pertanyaan untuk membantu pengunjung mengenali kebutuhannya.

  6. 06

    Qualification

    Tanggal, lokasi, dan layanan dikumpulkan sebelum percakapan dimulai.

  7. 07

    Inquiry

    Satu pesan rapi yang membawa seluruh konteksnya.

03

Sistemnya

Setiap bagian di situs ini menempel pada salah satu tahap di atas. Bagian yang tidak menjawab satu pun tahap tidak dibuat.

  1. 01Discovery
  2. 02Experience
  3. 03Trust
  4. 04Service
  5. 05Inquiry

22

foto pernikahan & bridal asli

3

foto atelier & busana

1

video wardrobe

3

slot sengaja dibiarkan kosong

Angka di atas adalah jumlah aset yang benar-benar ada di dalam repositori ini — bukan jumlah klien, bukan jumlah acara, dan bukan pencapaian bisnis.

04

Pengukurannya


Instrumentasi event sudah terpasang, tetapi belum ada satu angka pun yang bisa dilaporkan — situs ini belum berjalan cukup lama dan belum tersambung ke alat analitik mana pun. Angka baru ditulis setelah benar-benar terukur.

  • Pengunjung & sumber trafik
  • Kedalaman keterlibatan (engagement)
  • Interaksi portfolio
  • Minat per layanan
  • Inquiry dimulai
  • Inquiry selesai
  • Klik WhatsApp
Pengantin pria mencium dahi pengantin perempuan yang memejamkan mata, di depan dekorasi bunga.
05

Kenapa ini bisa dipakai ulang

Seluruh fakta bisnis, foto, dan token visual tinggal di tiga file registry. Mengganti brand berarti mengganti isi registry — bukan menulis ulang aplikasinya.

  • BrandHero
  • StorySection
  • TransformationJourney
  • PortfolioArchive
  • TrustSection
  • ServiceExplorer
  • ServiceMatcher
  • ClientStory
  • InquiryForm
  • WhatsAppGenerator
  • AnalyticsTracker
  • StickyMobileCTA

Tiga file yang menentukan seluruh brand

  • src/data/site.ts — seluruh copy & fakta bisnis
  • src/data/media.ts — seluruh foto & video
  • src/data/theme.ts — warna, tipografi, dan layout
06

Aturan kejujuran data


Situs ini menolak menampilkan fakta bisnis yang belum dikonfirmasi. Nomor telepon, harga, isi paket, testimoni, jumlah klien, dan pasangan foto before/after semuanya tetap kosong dan ditandai jelas sampai pemiliknya sendiri menyediakannya.

Bagi calon klien berikutnya, ini justru bagian yang paling penting: apa pun yang tertulis di situs buatan kami bisa mereka pertanggungjawabkan, karena tidak ada satu pun yang kami karang.

Potret pengantin dengan mahkota emas, kalung berlapis, dan riasan mata hangat.

Aset asli dari arsip Alesha. Tidak ada foto stok dan tidak ada wajah hasil AI di seluruh Alesha.